oleh

141 Pasien Positif Covid-19 Dipulangkan

-Metro-53 views

AIMAS – Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong membawa kabar baik dengan dipulangkannya 141 pasien positif yang telah menjalani masa karantina dan perawatan hingga dinyatakan sembuh. Namun kabar duka juga turut mengiringi dengan meninggalnya 5 pasien covid serta adanya tambahan 5 kasus positif baru dalam 2 hari belakangan.

  Berdasarkan data yang disajikan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, bahwa total ada 1.070 kasus positif Covid-19. Hingga saat ini tingkat kesembuhan terhadap kasus covid-19 di Kabupaten Sorong mencapai 905 orang atau 84,57%. Sementara tingkat kematian berada pada persentase 4,57% atau 49 orang.

PMB OPBJJ-UT Sorong

  Juru bicara Satgas Covid-19 di Kabupaten Sorong Agustinus H. Wabia dalam rilisnya mengatakan bahwa saat ini masih ada pasien yang sedang menjalani perawatan. Pasien-pasien tersebut baik yang menjalani perawatan di RSUD John Piet Wanane maupun di gedung karantina terpusat.

  “Pasien positif hari ini ada 116 orang. Beberapa diantaranya menjalani perawatan di RSUD karena termasuk pasien bergejala menengah hingga berat. Sementara untuk pasien yang tanpa gejala atau gejalanya ringan, sebagian besar menjalani pemantauan di gedung karantina terpusat,” terangnya.

  Lanjut dijelaskannya, beberapa yang menjalani pemantauan di gedung karantina terpusat adalah pasien yang hasil rapidnya reaktif. Sehingga sementara waktu mereka harus tinggal di gedung karantina sambil menunggu hasil swab keluar.

  Ia mengatakan bahwa covid varian delta dicurigai sudah masuk ke Sorong, dengan ciri-ciri dari virus varian ini adalah penyebarannya yang begitu cepat. Beberapa nakes juga banyak yang menjadi korban dalam penanganan virus tersebut.

  “Salah satu ciri covid varian delta adalah penyebarannya yang sangat cepat, dan kondisi hari ini demikian. Nakes kita banyak yang terpapar juga, sehingga kami juga kewalahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” ujar Agus.

  Guna menghadapi situasi covid yang belakangan ini kasusnya kembali meledak, Agus meminta masyarakat tidak lengah dan tidak bosan menerapkan prokes. Dengan kondisi RS dan gedung karantina yang hampir mencapai jumlah maksimal, lanjutnya, memperketat prokes sebagai antisipasi jauh lebih baik daripada mengobati. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed