oleh

12 Tahun, Rawa Indah Sasaran Banjir

-Metro-156 views

SORONG – Sejak Kamis (16/7) hingga Jumat (17/7) siang sekitar pukul 11.30 WIT,  sejumlah titik di Kota Sorong masih mengalami banjir. Banjir yang terjadi tidak hanya di rumah warga, namun juga dibeberapa tempat ibadah di Kota Sorong, seperti Masjid Raya Al-Akbar di Jalan Ahmad Yani dan Gereja Sidang Jemaat Allah, Jemaat Maturia di Rawa Indah. 

Dari pantauan Radar Sorong, sejumlah titik yang masih mengalami banjir hingga Jumat siang diantaranya belakang Mega, Melati Raya, depan gang NN,  Rawa Indah, Jalan Sungai Maruni, Sapta Taruna,  Handayani, Sungai Mamberamo dan Sungai Kamundan Kampung Bugis. 

Gembala Sidang, Pendeta Abner Magablo yang ditemui Radar Sorong mengungkapkan, banjir di Rawa Indah sudah terjadi selama kurang lebih 12 tahun lamanya. Namun, banjir kali ini merupakan banjir terparah yang dirasakan warga sekitar, bahkan para Jemaat Maturia yang tinggal disekitar gereja. 

“Sudah lama, sudah sekitar 12 tahun banjir, tapi banji kali ini yang terparah,” ungkapnya kepada Radar Sorong.

Dijelaskan Pendeta Abner, banjir yang terjadi di Rawa Indah sudah sangat sering terjadi, hujan dengan intensitas rendah sekalipun dalam waktu 2 sampai 3 jam sudah dapat mengakibatkan banjir, apalagi dengan hujan deras dan waktu yang cukup lama, mengakibatkan banjir sebatas dada orang dewasa.

Hal tersebut disebabkan oleh drainase yang dibangun cukup lebar di Rawa Indah namun tidak berfungsi dengan baik, dikarenakan sebagian besar volume drainase diisi dengan limbah galian c ataupun cucian pasir, sehingga tidak dapat menampung air sesuai dengan volume drainase tersebut. 

Adapun drainase yang terhubung dengan kali yang berasal di Km 10 menurutnya menyulitkan arus air, karena air yang berasal dari Km 10 cukup deras dan justru membuat air dari drainase di Rawa Indah tidak dapat mengalir dengan baik.

“Kami harap pemerintah bisa melihat hal ini, dengan melakukan pengerukan 3 bulan sekali, sehingga kami bisa aman, karena kalau kondisi begini, kami biasanya minggu justru tidak ibadah,” ungkapnya kepada Radar Sorong.

Jika dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya, banjir yang memasuki gereja hanya sebatas lutut orang dewasan, namun kali ini banjir sudah mencapai dada orang dewasa dan mengakibatkan beberapa peralatan ibadah yang berada di dalam gereja mengalami kerusakan. 

Banjir yang terjadi sebelumnya sudah dikeluhkan ke instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk lebih memperhatikan kondisi drainase yang ada di Rawa Indah, namun hingga saat ini tidak ada respon dari Dinas PU. 

“Kami berharap agar pemerintah benar-benar memperhatikan kondisi saat ini. Pemerintah harus melihat situasi yang terjadi saat ini,” harapnya. 

Sementara itu, Jemaat Maturia, Yulianus Tahrin mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya banjir tersebut yakni usaha galian C yang terjadi di Kota Sorong. Dimana, sekarang ini air yang mengalir sudah tidak dapat tertampung sehingga menyusur ke daerah rendah. 

“Kami tau izin dikeluarkan dari provinsi, tapi kalau boleh Pemda dapat lakukan koordinasi, sehingga kami yang didaratan rendah ini tidak dirugikan,” ucapnya. 

Ia juga berharap agar pengerukan yang dilakukan di drainase Rawa Indah tidak hanya sekali dalam setahun, melainkan 5 hingga 6 kali setahun. “Jangan satu tahun itu cuma satu kali keruk, karena setiap hujan kan limbah dari atas itu  turun itu,” ucapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed