oleh

10 Tahun Kedepan, OAP harus Jabat Dirjen

Momen HUT RI, Presiden Diminta Perhatikan Guru Honorer

SORONG-Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah pusat dalam memberdayakan masyarakat Papua, khususnya untuk mengkaderkan sumberdaya manusia (SDM) agar kedepannya tampil di kancah nasional. Selama 74 tahun Indonesia, hingga kini belum ada satupun Orang Asli Papua (OAP) yang tercatat menduduki jabatan Dirjen di Kementerian/Lembaga Negara.

“Selama 74 tahun Indonesia merdeka, belum ada satupun OAP yang menduduki jabatan Dirjen, ini menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu, perlu proses pengkaderan. Pemerintah pusat harus menarik ASN-ASN OAP yang menduduki jabatan eselon III atau eselon II di daerah, untuk masuk di kementerian-lembaga di pusat, guna dikaderkan agar lima atau 10 tahun ke depan bisa menduduki jabatan eselon II atau eselon I setingkat Dirjen di kementerian-lembaga negara,” kata intelektual muda Maybrat, Julian Kelly Kambu,ST,MSi kepada Radar Sorong, kemarin.

Dikatakannya, memang OAP sudah biasa dipercaya menjabat menteri, tetapi menteri itu merupakan jabatan politik. “Papua jangan hanya dilihat dari sisi politiknya saja, tapi harus juga diperhatikan kemampuannya dan kemampuan itu diukur dengan karier, dan sampai saat ini tidak ada orang Papua yang menduduki jabatan Dirjen di republik ini. Ini perlu dipertanyakan, kenapa kita seakan tidak berdaya di negeri kita ini,” tandasnya.

Kelly menyatakan ASN OAP dari sisi kemampuan, tidak kalah dengan saudara-saudara dari luar Papua, tapi peluang dan kesempatannya yang belum terbuka lebar, apalagi kita jauh dari pusat pemerintahan sehingga mungkin kurang dilirik pemerintah pusat. “Ini yang harusnya tidak boleh terjadi. SDM orang asli Papua sangat banyak, professor, doctor, S-2, S-1 sudah sangat banyak. Yang sekarang menduduki jabatan eselon I, eselon II di Jakarta kan juga butuh proses tidak langsung jadi pejabat, tapi bina karier dari bawah, dan kesempatan seperti ini yang harus diberikan kepada SDM orang asli Papua, agar lima atau 10 tahun ke depan ada orang asli Papua yang menduduki jabatan Dirjen di kementerian-lembaga negara,” tegasnya sembari menambahkan jangan kita berbangga diri dengan kekayaan sumber daya alam (SDA),   harusnya kita bangga dengan kekayaan sumber daya manusia (SDM). “Jangan hitung Papua karena politik, tapi perhitungkanlah karena SDM-nya,” tegasnya lagi.

Ditambahkannya, momen HUT RI kali ini, hendaknya pemerintah pusat lebih memperhatikan lagi Papua, dan harus menambah lagi pintu kebijakan untuk tanah Papua melalui pemekaran provinsi, sehingga kehadiran negara dirasakan sepenuhnya oleh rakyat di tanah Papua ini.  “Di UU 1945 sudah jelas bahwa Indonesia dibagi habis menjadi provinsi-provinsi, semua pulau-pulau besar, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sudah dibagi habis dalam provinsi-provinsi, tinggal tanah Papua yang hanya dua provinsi. Papua yang luasnya 3 ½ kali pulau Jawa, dengan beratnya tantangan pembangunan, tidak bisa hanya dipikul satu dua gubernur. Karena itu, Bapak Presiden harus menambah pintu kebijakan untuk tanah Papua melalui pemekaran provinsi, sehingga kehadiran negara dirasakan sepenuhnya oleh rakyat Papua,” tegas Kelly Kambu.

Sementara itu, momentum HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun dirayakan semarak dengan berbagai kegiatan lomba di sekolah, mulai dari lari karung, gigit sendok, makan kerupuk, lomba wayase, cerdas cermat, yospan sampai sepakbola gawang mini antar kelas. Seperti halnya di SMPN 9 Kota Sorong, Kamis (15/8), salah satu sekolah unggulan ini larut dalam berbagai kegiatan olahraga memeriahkan HUT RI.  Salah satu yang menarik ditonton adalah pertandingan sepakbola gawang mini, pesertanya menggunakan daster.  Demikian juga dengan di SD Inpres 65 Kampung Nenas, juga digelar berbagai macam kegiatan lomba memeriahkan HUT RI.

Salah satu guru SMPN 9 Kota Sorong dalam bincang bincang dengan koran ini mengatakan kegiatan lomba semacam ini sudah rutin dilakukan dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekaan RI. Salah satu siswa kelas 8, Stenly mengaku bangga karena bisa merayakan HUT RI di sekolahnya dengan berbagai lomba. “Senang karena bisa merayakan hari Kemerdekaan RI dengan teman-teman di sekolah,” ucapnya.

Stenly  mengharapkan agar kedepan Indonesia lebih baik ke depan, pemimpin bangsa mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati-wakikota supaya lebih memperhatikan pembangunan pendidikan di tanah air. “Bapak Presiden Jokowi supaya lebih memperhatikan pendidikan, karena masa depan bangsa kita ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan pendidikan,” ucapnya sembari menambahkan bahwa yang terpenting juga adalah kesejahteraan guru dan tenaga pendidik harus diperhatikan, terutama guru-guru honor karena mereka juga banya0banyak mengabdi untuk meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) khususnya di tanah Papua ini. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed