oleh

10 SD di Maybrat tidak Laksanakan Ujian

-Metro-153 views

SORONG-Sebanyak 479 siswa Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 53 Sekolah se Kabupaten Maybrat mulai Senin (26/4) melaksanakan Ujian Sekolah (US). Pembukaan ujian ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati Maybrat Dr. Bernard Sagrim,MM, didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Korneles Kambu,S.Sos.M.Si serta pejabat daerah yang juga turut mengambil bagian mendampingi bupati.

Bupati berkesempatan untuk mengunjungi SD YPK Emaus Susumuk Distrik Aifat untuk menyemaatkan tanda peseta ujian sekaligus memantau jalannya pelaksnaan ujian di sekolah tersebut sebagai sampel. Dalam arahannya kepada guru dan siswa agar para siswa dan dewan guru serta pengawas agar dapat menjaga kesehatan tubuh dan mental.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Dalam situasi Covid seperti ini, bapa harap supaya anak – anak dan juga para guru supaya jaga kesehatan tubuh dan mental agar hasil yang dicapai nanti bisa maksimal” kata Sagrim. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Korneles Kambu melalui sambungan telepon seluler memastikan bahwa 479 siswa yang tersebar di 53 sekolah telah melaksanakan ujian tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. “Bukan suatu hal yang menakutkan ya, kami di Maybrat jauh hari sudah mempersiapkan segala sesuatu termasuk Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19. 

Dijelaskannya bahwa, setiap siswa yang masuk ke ruang ujian, terlebih dulu dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak dan yang terpenting berdoa. Prokes Covid-19 tetap diberlakukan. “Ya kita berdoa supaya proses dari awal sampai selesai ujian dapat berjalan dengan baik,” ucap Kepala Dinas sembari menambahkan agar orang tua juga mengawasi anak – anak jangan sampai bermasalah di tengah jalan.

Dalam laporanya ke bupati, Kadis Pendidikan Maybrat mengungkapkan, pada tahun ini (2020-2021), tercatat ada 10 sekolah yang tidak melaksanakan ujian sekolah dikarenakan 10 sekolah tersebut masih baru dan angkatan sekolahnnya belum sampai kelas 6 SD. 

“Kami juga telah melaporkan ke bupati bahwa, tahun ini ada 10 SD yang belum bisa melaksanakan US karena belum ada siswa angkatan kelas 6 SD,” tandasnya kepada Radar Sorong. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed