oleh

1 Desember, Ribuan Aparat Disiagakan

Suku Moi Pemilik Tanah Malamoi Inginkan Kedamaian

SORONG – Sebanyak 2.738 personel  Polda Papua Barat yang tersebar di Polres jajaran, disiagakan guna mengantisipasi pengamanan agenda kamtibmas 1 Desember. Kesiapan ini untuk menciptakan  kamtibmas yang kondusif di daerah ini. Di Kota Sorong, Polres Sorong Kota melaksanakan apel besar gelar pasukan di Mapolres Sorong Kota, dihadiri kurang lebih 400 personel gabungan TNI/Polri yang siap melaksanakan pengamanan serta razia-razia jelang 1 Desember 2020.

Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH yang memimpin apel gabungan, Senin (30/11) mengatakan, mulai Senin malam pihaknya akan melaksanakan patroli skala besar, dilanjutkan dengan patroli skala kecil di setiap kelurahan-kelurahan di Kota Sorong hingga Selasa (1/12). “Kami akan melakukan pengamanan di beberapa tempat yang sudah kami deteksi rawan,” kata Kapolres.

Dikatakannya, sekitar 400 personel gabungan TNI/Polri dilibatkan dalam melaksanakan pengamanan di beberapa titik serta akan dilakukan razia di perbatasan kota dan Kabupaten Sorong.  “Kami juga akan menyebar personel dalam dua rayon yang menuju arah barat maupun timur wilayah Kota Sorong,” tandasnya,

Sementara itu, Kepala Suku Moi Sorong, Simson Suu mengatakan Suku Moi tidak menginginkan keributan di atas tanahnya, sebab Suku Moi hanya menginginkan kedamaian. Karena itu, Simson Suu mengharapkan agar suku-suku Lintas Papua maupun Nusantara yang mendiami Tanah Moi harus menjaga kedamaian.  “Kami pun sudah siap untuk mengamankan warga Moi agar tetap aman dan tidak membuat keributan karena kami ini tuan rumah, kenapa harus ribut di rumah sendiri. Kota maupun Kabupaten Sorong ini milik orang Moi,” tegasnya.


Terkait 1 Desember, sambung Simson merupakan kebiasaan di tanah Papua yang terus dikenang sebagai sejarah tapi tanggal 1 Desember bagi Suku Moi belum waktunya untuk berbicara sebab mereka di dalam bingkai NKRI. “Tapi kami tidak tahu soal tanggal 27 November 2020 itu,” ungkapnya.

Menurut Simson, ia juga telah meminta izin bersama dengan Suku Moi lainnya untuk mengadakan doa bersama pada tanggal 3 Desember 2020 untuk pemulihan terhadap suku Moi yang mungkin di hari-hari sebelumnya melakukan sebuah dosa. “Kami dari wilayah Abun hingga Wilayah Misool dan kami suku Moi bukan hanya yang beragama Nasrani saja tetapi juga ada yang beragama Islam. Makanya kami minta dengan hormat kepada suku-suku yang ada di tanah Moi ini kami hanya mau aman dan damai. Kami juga akan bersama pihak keamanan untuk bersama-sama menjaga Kota Sorong ini agar aman,” pungkasnya.

Sementara itu, Polda Papua Barat dan Polres jajaran meningkatkan kewaspadaan jelang peringatan 1 Desember.  Polda Papua Barat tadi malam menggelar apel kesiapsiagaan di GOR Sanggeng, mengatisipasi peringatan 1 Desember. Personel Polda diback-up prajurit Kodam XVIII/Kasuari dan Kodim, bersiaga dan melaksanakan patroli di dalam kota.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing melalui Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengingatkan masyarakat tak mengadakan peringatan 1 Desember. Bila ada yang melakukan hal-hal yg bertentangan dengan undang-undang akan ditindak tegas. Kabid Humas menghimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga wilayah Manokwari dan Papua Barat tetap aman dan kondusif. “Jangan mau terprovokasi oleh hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Bila ada info yang mencurigakan yang akan mengganggu situasi kondusif di wilayah Papua Barat agar dilaporkan ke pihak kepolisian,” tutur mantan Kapolres Kaimana ini.

Terpisah, Dansat Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa mengatakan,  jajarannya meningkatkan patroli, personel disiagakan. Dansat Brimob telah memberi instruksi kepada anak buahnya untuk melakukan tindakan terukur dan tegas kepada kelompok  yang ingin menggelar aksi bertentangan dengan keutuhan NKRI. “Kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur kepada kelompok tertentu yang melakukan aksi-aksi jalanan  yang menghasut, memprovokasi orang lain, melakukan tindakan anarkis dan premanisme di jalan, melawan pemerintahan yang sah,” tegas Dansaat Brimob, Senin (30/11/).

Apel Gabungan Polresta Jayapura saat melakukan apel gelar pasukan di taman Imbi Kota Jayapura

Di Jayapura, Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyatakan bahwa 1 Desember bukan merupakan momok bagi warga di Port Numbay. Karena itu, ia meminta warga beraktivitas seperti biasanya. “Kegiatan aktifitas tetap berjalan seperti biasa, jangan takut tanggal 1 Desember dan itu bukan momok bagi kita,” tegas Wali Kota Jayapura, Senin (30/11). BTM ~sapaan akranya~ menegaskan, siapapun yang akan menganggu keutuhan NKRI di wilayah Kota Jayapura akan berhadapan dengan aparat penegak hukum. “Marilah kita menjaga kedamaian di tanah Papua,” ajak BTM. (juh/lm/al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed