oleh

1.283 Pegawai Honorer Terima SK CPNS dan P3K

-Manokwari-315 views

MANOKWARI-Perjuangan panjang sekitar 11 tahun akhirnya membuahkan hasil. Para pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat berjumlah 1.283 orang, Rabu (23/12/2020) menerima SK CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang diserahkan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, disaksikan Ketua DPR PB, Orgenes Wonggor, Wakil Ketua DPR PB, Ranley Mansawan, Kepala BKN (Badan Kepegawaian Negara) Regional XIV Papua Barat serta para pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah).

   Adapun rincian yang menerima SK, 771 diangkat sebagai CPNS dan 512 orang sebagai P3K. Sesuai aturan perundang-undangan honorer berusia di atas 35 tahun dijadikan P3K, sedangkan berusia di bawah 35 tahun sebagai CPNS.

   Ada yang menangis dan terharu setelah menerima SK yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur, Ketua DPR PB, Wakil Ketua DPR PB dan Kepala BKN Regional XIV. Sebagian yang menerima SK P3K sudah berusia di atas 40 tahun, paling tua 48 tahun. ‘’Yang paling tua usia 48 tahun, yang bersangkutan sudah menjadi pegawai honorer sejak tahun 2003 atau sekitar 17 tahun,’’ ujar Yan Piet Homer, koordinator pegawai honorer.

    Acara penyerahan SK CPNS dan P3K dirangkaian dengan syukuran dan perayaan Natal bersama di halaman kantor Gubernur. Puluhan anggota polisi juga dikerahkan mengamankan acara penyerahan SK, mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

     Gubernur Dominggus Mandacan meminta kepada para pegawai honorer yang baru saja menerima SK CPNS dan P3K untuk bersyukur atas perjuangan panjang. Perjuangan 1.283 pegawai honorer ini dilakukan sejak 2009, saat Gubernur Bram O Atuturi. Ketika itu ada formasi CPNS umum namun ditolak.

  ‘’Perjuangan cukup panjang sejak Gubernur Bapak Bram sampai akhirnya bisa terealisasi sekarang.  Perjalanan panjang, kalian sekarang sudah menjadi CPNS dan pegawai P3K,’’ tutur Gubernur.

  Dominggus menuturkan, menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Papua Barat tahun 2017 lalu, 8 perwakilan pegawai honorer datang bertandang ke rumahnya. ‘’Saat itu saya sampaikan kepada mereka, kamu berdoa kepada Tuhan supaya jawab doa. Bapak jadi gubernur, Bapak perjuangkan nasib kalian, itu saja. Puji Tuhan, doa itu dijawab,’’ ujar Gubernur menceritakan pertemuannya dengan 8 perwakilan honorer.

  Setelah dilantik sebagai Gubernur, Dominggus Mandacan melanjutkan perjuangan pengangkatan 1.283 pegawai honoer yang sudah diprakarasi pejabat sebelumnya. Menurutnya, data 1.283 pegawai honorer tak berubah sampai sekarang. Dia menandatangani SK penetapan pegawai honorer secara marathon. Ada 19 karton berisi SK yang ditandatangani selama 23 hari. ‘’Dari awal dan sampai saat inipun tidak berubah, tetap 1.283 orang,’’ tegas Gubernur.

  Setelah melewati pertemuan dengan pemerintah pusat dalam hal ini Men-PANRB dan BKN, pengangkatan 1.283  pegawai honorer disepakati. Namun bagi berusai di bawah 35 tahun mengikuti tes CPNS tahun 2018 yang hasilnya diumumkan pertengah 2019 lalu. 

   Gubernur berharap, para CPNS dan P3K yang baru diangkat untuk berkinerja bagi. Sebanyak 512 P3K memilik hak yang sama dengan CPNS, mendapatkan gaji dan TPP (tunjangan perbaikan penghasilan) berdasarkan masa kerja, golongan. Hanya saja, saat pensiun P3K tidak mendapatkan gaji pesiun, tetapi pesangon.

  Koordinator Pegawai Honorer, Yan Piet Homer  menceritakan perjuangan para honorer untuk diangkat sebagai CPNS maupun P3K, kurang lebih 11 tahun. Dia menyampaikan terima kasih kepada gubernur serta pimpinan OPD dan pihak lain yang telah memberi dukungan sehingga 1.283 pegawai honorer resmi menerima SK pengangkatan sebagai CPNS dan P3K.

   ‘’Perjuangan panjang nasib kami. Hari ini (Rabu, 23/12/2020) merupakan momentum bagi kami, yaitu telah mencapai kesuksesan, secara resmi menerima SK pengangkatan sebagai CPNS dan P3K yang telah lama kami perjuangkan,’’ tutur Homer.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed