oleh

Listrik Padam Hampir Tiap Hari

Lama Pemadaman Antara 7 Hingga 12 Jam Bahkan Lebih

 TEMINABUAN-Pemadaman listrik di Teminabuan dan sekitarnya makin hari makin menjadi-jadi dan makin parah. Apalagi dengan kondisi 2 unit mesin pembangkit tidak berfungsi. Salah satu warga Teminabuan Abdul kepada Radar Sorong kemarin menjelaskan, kurang lebih sebulan ini terjadi pemadaman bergilir di Teminabuan karena kondisi mesin pembangkit listrik mengalami gangguan. Semakin hari lama pemadaman listrik semakin menjadi-jadi. Bahkan beberapa waktu belakangan ini listrik padam hampir tiap hari, selang-seling antara padam pagi hingga sore hari dan sore hingga tengah malam bahkan kini sampai keesokan pagi harinya. Jadi kalau hari ini giliran listrik padam pagi hingga sore hari, maka besok giliran listrik padam sore hingga tengah malam bahkan bisa sampai besok pagi. Listrik padam bergilir antara 7 jam hingga 12 jam, baik yang pagi hingga sore hari maupun yang sore hari hingga tengah malam. Entah sampai kapan pemadaman bergilir ini akan berakhir. Namun yang pasti pemadaman listrik secara bergiliran yang semakin parah ini meresahkan warga. Terutama warga yang mempunyai usaha rumah tangga, usahanya menjadi tidak lancar. Belum lagi peralatan elektronik yang mengalami gangguan dan akhirnya rusak atau tidak berfungsi lagi. Listrik padam, aktivitas macet atau lumpuh.

 Sementara itu Bupati Sorsel Samsudin Anggiluli, SE menegaskan, Pemda tidak tinggal diam melihat kondisi. Pihaknya langsung mendatangi PLN belum lama ini untuk meminta penjelasan. Informasi dari manajemen PLN Ranting Teminabuan, memang kondisi mesin pembangkit yang beroperasi tidak mampu melayani pelanggan PLN. Mengingat 2 unit mesin pembangkit rusak. PLN Ranting Teminabuan kini sedang menunggu mesin pembangkit yang akan dibawa dari Kabupaten Raja Ampat. Diharapkan dengan mesin dari Raja Ampat tersebut akan mengatasi pemadaman bergilir yang terjadi saat ini. (jus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed