oleh

Salurkan Rp 7,3 Miliar bagi Korban Kerusuhan

JAYAPURA-Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyalurkan bantuan sebesar Rp 7,3 miliar untuk korban kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Bantuan diserahkan langsung Mensos saat berkunjung ke Papua, Selasa (10/9). “Total Rp 7,3 miliar bantuan yang kami salurkan, Rp 1,21 miliar untuk Papua dan Rp 6,09 miliar untuk Papua Barat,” terang Agus Gumiwang Kartasasmita usai menyerahkan bantuan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Gedung Negara Jayapura, Selasa (10/9) malam.

Dijelaskannya, bantuan ini merupakan salah satu wujud kehadiran negara dalam penanganan bencana. Pemerintah dan Kementerian Sosial punya komitmen tinggi bersama-sama dengan masyarakat melakukan upaya-upaya pemulihan pasca bencana sosial yang terjadi di Jayapura, Manokwari, Sorong dan Fakfak. Bantuan ini merupakan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), dan Layanan Dukungan Psikososial. Presiden Jokowi berharap bantuan pemerintah dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial. 

Dirincikannya, bantuan Rp 1,21 miliar ditujukan kepada 242 unit usaha di Kota Jayapura Papua. Masing-masing unit usaha akan memperoleh bantuan sebesar Rp 5 juta. Sementara di Papua Barat, bantuan disalurkan pada 31 unit usaha di Kota Sorong dan 165 unit usaha di Manokwari dan 1.021 unit usaha di Fakfak. “Untuk di Kota Sorong bantuan total yang disalurkan sebesar Rp 160 juta, Manokwari sebesar Rp 825 juta dan Fakfak Rp 5,1 miliar lebih. Setiap unit usaha menerima bantuan dengan nominal yang sama sebesar Rp 5 juta,” ungkapnya.

Menurutnya, penanganan bencana konflik sosial perlu mendapat perhatian khusus dan menyeluruh, serta dilakukan secara professional sistemik dan berkelanjutan dengan sebanyak mungkin melibatkan partisisipasi masyarakat. “Ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar dan mencegah agar masalah yang sama tidak terjadi lagi,” katanya.

Terkait rusuh di Papua, Kemensos mencatat  sebanyak 1.750 orang mengungsi di Lantamal X Jayapura, 350 orang di Pulau Kosong Jayapura, dan 200 orang di depan Pelabuhan Jayapura. Sementara 242 tempat usaha dilaporkan rusak. Sementara di Kota Sorong, sebanyak tujuh rumah, dan 31 Unit Tempat Usaha rusak. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti pasar, rumah dewan adat, kantor dan fasilitas bank, angkutan kota, dan lainnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed