oleh

Upayakan Segera Dialog dengan Presiden

MANOKWARI-Gubernur Papua Barat Drs  Dominggus Mandacan berharap dalam waktu dekat ada pertemuan dengan Presiden RI menyikapi berbagai persoalan terjadi di tanah  Papua pasca kerusuhan sebagai aksi protes atas ujaran rasisme di Surabaya. “Kita semua harapkan ada dialog dengan bapak presiden menyikapi bermasalahan yang saat ini terjadi,” kata Gubernur saat tatap muka dengan kaum intelektual dan organisasi kepemudaan, di Mansinam Beach Resort, Selasa (10/9) malam.

Dominggus menuturkan, dirinya telah menyerahkan aspirasi masyarakat kepada presiden. Aspirasi dari kabupaten/kota yang disampaikan saat aksi unjuk rasa 19 Agustus di Manokwari dan Sorong, 21 Agustus di Fakfak serta aspirasi masyarakat Bintuni, Raja Ampat, Sorong Selatan, Kaimana, dan Maybrat. “Saya  sudah kirim ke bapak presiden juga Mendagri, Menkopolhukam, Panglima TNI. Aspirasi itu saya tidak tambah satu kalimat pun, juga tidak mengurangi,” tandasnya.

Tak hanya aspirasi, yang disampaikan ke presiden juga menyangkut kerusakan akibat kerusuhan di Manokwari, Sorong dan Fakfak. Banyak fasilitas pemerintah dan milik masyarakat yang dibakar dan dirusak. Mendagri lanjut Gubernur, telah mengirim tim ke Manokwari Sorong dan Fakfak untuk melakukan pendataan kerusakan yang terjadi saat kerusuhan, sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di masyarakat. 

Gubernur mengatakan, hasil investasi Kemendagri ini juga akan disampaikan ke presiden. Dari laporan pemerintah daerah dan hasil investigasi Kemendagri akan menjadi materi bagi presiden untuk menggelar dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat. “Kita tunggu kapan diberikan waktu untuk bertemu. Mendagri juga telah turunkan tim investasi ke Papua dan Papua untuk mengidentifikasi permasalahan  yang hasilnya dilaporkan ke presiden,” tuturnya.

Ia meminta kepada semua komponen masyarakat termasuk kalangan pemuda untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Aksi unjuk rasa tak dilarang tetapi harus sesuai koridor atau aturan berlaku. “Adek-adek mahasiswa bisa berunjuk rasa tetapi  laksanakan dengan tertib, jangan sampai timbul peristiwa anarkis seperti yang terjadi pada 19 Agustus lalu,” tandasnya.

Kerusuhan yang terjadi 19 Agustus di Manokwari masih membekas, menimbulkan trauma masyarakat. Para pelajar selalu waspada. Mendengar isu demo saja, sekolah langsung memulangkan siswa.  Gubernur, Pangdam, Kapolda serta Forkopimda lainnya telah melaksanakan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kini dengan para pemuda dan intelektual. Upaya ini menurut Gubernur, dilakukan untuk meredam gejolak dan mendinginkan suasana. “Kita semua bertanggungjawab dan menjadi bahwa Papua Barat, khususnya Manokwari ini aman. Sehingga masyarakat tidak ragu lagi beraktivitas. Para pelaku usaha berjalan seperti biasa. Aktivitas ekonomi, sekolah-sekolah bisa berjalan tanpa ada kekuatiran,” ucap Gubernur.

Dominggus juga mengajak masyarakat untuk menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) serta kedamaian di tanah Papua. “Indonesia, Papua, Papua Barat, Manokwari rumah kita bersama. Mari kita jaga,” tegasnya. Tatap muka di Mansinam Beach Resort tadi malam dihadiri pula Wagub Papua Barat Mohamad Lakotani, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Herry Nahak, Kabinda, Bupati Manokwari Demas P Mandacan, Rektor Unipa Dr Yacob Manusawai, Ketua STIH Manokwari Dr Filep Wamafma, SH, MHum dan pejabat lainnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed