oleh

Korlap Demo Anarkis Ditetapkan Tersangka

JAYAPURA-Penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda  Papua, menetapkan FK dan AG (Inisial,red), koordinator aksi demonstrasi rusuh di Jayapura pada 29 Agustus, sebagai tersangka. Keduanya merupakan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) dan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Toni Harsono dalam keterangan persnya didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Selasa (10/9) mengatakan, kedua tersangka saat ini telah ditahan di Markas Satuan Brimob Polda Papua.  “FK ditangkap di Bandara Sentani, Jumat (6/9) saat hendak menuju Wamena,” jelasnya.

Dikatakan, dalam aksi unjuk rasa anakis, keduanya diduga  melakukan tindakan pidana terhadap keamanan negara, menyiarkan suatu berita, mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat. Selain itu, FK dan AG diduga   melakukan penghinaan terhadap bendera, bahasa, lambang negara dan lagu kebangsaan, penghasutan melakukan suatu kejahatan atau pembakaran dan pencurian dengan kekerasan di muka umum.  “Kedua tersangka dijerat pasal 106 jo pasal 87 dan atau pasal 110 KUHP UU no 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta pasal 160 KUHP, pasal 187 dan UU darurat no 12 tahun 1951,” jelas Toni Harsono.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menambahkan, total 61 tersangka dalam aksi unjuk rasa anarkis di tiga daerah di Papua. 37 tersangka terkait kerusuhan di Jayapura, 10 tersangka terkait kerusuhan di Timika dan 14 tersangka terkait kerusuhan di Deiyai. 

Terpisah,  Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyebutkan, FK dan AG telah dipanggil sebagai saksi dalam kerusuhan di Jayapura. Keduanya mengaku atribut lain yang dibawa dalam unjuk rasa, di luar koordinasi mereka.  “Menurut mereka, atribut lain yang dibawa pada aksi 29 Agustus sama sekali diluar koordinasi mereka. Karena itu, mereka meminta ada penindakan kepada siapa yang mengkoordinir aksi-aksi pengrusakan, membawa bendera, itu harus bertanggung jawab,” kata Frits. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed