oleh

Dinas Pendidikan Lakukan Penguatan Literasi

-Metro-113 views

AIMAS– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong terkait program penguatan literasi baca tulis dukungan David Bekham Fundation dan Unicef Indonesia, melalui penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan di Aula Unimuda Sorong oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat S.Pd, M.Pd dan 10 orang Kepala Sekolah beberapa waktu lalu. 

Kepas Kalasuat mengaku antusias atas program yang akan dijalankan di 10 Sekolah Dasar (SD) dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Kabupaten Sorong. Karena menurutnya, program tersebut, tidak hanya penguatan literasi baca tulis, tetapi juga pendidikan karatkter yang tidak kalah penting. “Kami sangat antusias, karena dari sekian banyak Kabupaten Kota di Papua dan Papua Barat, Kabupaten Sorong salah satu yang terpilih untuk menjalani program tersebut,” ucapnya kepada Radar Sorong saat ditemui beberapa waktu lalu. 

Sementara itu, Manager Program Kemitraan Unicef dan Unimuda Sorong, Nursalim menjelaskan, program yang dilakukan saat ini merupakan program lanjutan dari program sebelumnya, namun untuk program kali ini didanai oleh David Bechkam Foundation. “Ini kelanjutan dari program-program sebelumnya dari tahun 2015, hanya saja untuk kali ini pendanaan berasal dari David Bechkam Foundation,” katanya. 

Sekolah yang terpilih hanya 10 SD Intervensi dari yang sebelumnya sebanyak 31 SD Intervensi. Dimana, targetnya, mencapai 6400 siswa yang akan menerima manfaat dari program tersebut. Dimana Programnya diantaranya, penguatan literasi melalui pelatihan bagi guru kelas awal dan kelas atas. “Guru akan dilatih melalui pelatih kami yang kini berjumlah 8 orang, nantinya guru yang akan mengimplementasikan di kelas masing-masing,”terangnya. 

Tolak ukur keberhasilan, bukan hanya sekedar pelatihan tapi ke pendampingan hingga para guru bisa dan mampu mengajarkan literasi sesuai dengan model yang diajarkan. Sehingga, ketika tidak didampingi, guru tetap meneruskan model yang diterapkan tersebut.(nam) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed