oleh

Tiga Bulan Disdukcapil belum Miliki Blangko

-Metro-47 views

SORONG– Sudah hampir 3 bulan lamanya, yakni mulai saat pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg 2019, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Sorong mengalami kekosongan blangko e-KTP. Hal ini diutarakan Kepala Bidang Perangkat Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Sorong, Muhaimin Jamion, Sabtu (10/8).

Menurutnya, sejak Pilpres dan Pileg tahun 2019 kemarin Disdukcapil Kota Sorong kehabisan blangko pembuatan e-KTP. Hingga saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil belum berangkat ke Pusat untuk mengambil blangko. “Kami meminta maaf kepada masyarakat karena memang kondisinya seperti begini, namun dalam waktu dekat kami mencoba meminta ke Pusat sebab pengadaan blangko hanya melalui Pusat,”jelasnya kepada Radar Sorong.

Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama dalam proses pengadaan blangko, karena untuk meminta 10.000 blangko setidaknya harus ada 2 petugas Disdukcapil Kota Sorong yang berangkat ke Pusat untuk mengambilnya, namun terkendala dengan biaya yang tidak sedikit, mengingat harga tiket pesawat masih mahal.

“Kami juga mendapatkan inforamasi dari Dukcapil Pusat bahwa untuk sementara kabupaten dan kota yang meminta blangko dibatasi hanya 500 keping yang bisa diberikan,” bebernya.

Keterbatasan pengambilan blangko juga menjadi kendala, jika hanya diberikan 500 keping blangko di Kota Sorong, maka itu sangat tidak cukup bahkan sangat kurang. Hal ini karena masyarakat yang sudah melakukan perekaman namun belum mendapatkan e-KTP sekitar 8000-an masyarakat.

”Hal ini juga menjadi pertimbangan kami. Kami mencoba untuk berkomunikasi dengan Pusat agar di Papua Barat ini tolong diperhatikan juga, jangan hanya memberikan 500 keping sebab selama ini kami hanya memberikan surat keterangan kepada masyarakat,”tuturnya, seraya menambahkan, masyarakat merasa tidak nyaman dengan surat keterangan tersebut. Karena ukurannya yang besar dan cepat rusak, sehingga beberapa masyarakat datang kembali untuk membuat surat keterangan.

Diakuinya, hanya untuk mengambil 500 keping blangko petugas Disdukcapil Kota Sorong harus datang dengan biaya yang sangat mahal, karena menggunakan transportasi udara, berbeda dengan daerah Jawa yang mungkin dapat menggunakan transportasi darat.

“Kami berharap masyarakat bisa mengetahui keadaan ini dan masyarakat bisa bersabar. Kami akan memperjuangkan ini dan meminta jangan mendapatkan 500 keping blangko tetapi sekitar 5000 keping. Dalam waktu dekat kami akan ke Pusat, semoga disetujui,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed