oleh

Nasib Komisioner KPU Maybrat-Tambrauw Segera Diputuskan

Ketua KPU Raja Ampat juga Diajukan ke DKPP

MANOKWARI-Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap para saksi atas perkara dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu ketua dan komisioner KPU Kabupaten Maybrat, komisioner KPU Tambrauw dan komisioner Bawaslu Tambrauw. Kini, tinggal menunggu sidang pembacaan putusan yang akan digelar dalam waktu dekat.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat juga sebagai anggota majelis daerah DKPP kepada Radar Sorong mengatakan, sidang DKPP atas dugaan kode etik dengan teradu komisioner, sekretaris KPU Maybrat, komisioner KPU Tambrauw dan komisioner Bawaslu Tambrauw, sempat molor karena masih fokus pada sidang perkara PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) di Mahkamah Konstitusi.  “Sidang DKPP dengan teradu komisioner KPU Maybrat, KPU Tambrauw dan komisioner Bawaslu Tambrauw baru diselesaikan Jumat  minggu kemarin. Sidang etik di Papua Barat, KPU Maybrat satu perkara dan di Tambrauw dua perkara,” tutur Amus Atkana yang ditemui di kantornya, Senin (12/8).

Majelis DKPP telah kembali ke Jakarta. Selanjutnya, dalam satu-dua pekan ke depan, majelis akan menggelar musyawarah dengan memperhatikan alat bukti, keterangan para pihak serta dalil-dalil untuk memutuskan hasil. ‘’Kita tunggu saja hasilnya,” ucapnya.

Sidang perkara dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu ketua, anggota dan sekretaris KPU Maybrat tak terpantau wartawan di Manokwari, padahal digelar di kantor Bawaslu Provinsi Papua Barat beralamat di Lembah Hijau Wosi. Amus Atkana mengatakan, sebelum digelar sidang, DKPP terlebih dahulu menyelenggarakan rapat koordinasi (Rakor) melibatkan KPU, Bawaslu, aparat keamanan, tokoh adat dan tokoh masyarakat. 

Atkana mengatakan, sidang putusan perkara dugaan pelanggaran kode etik akan digelar terbuka untuk umum. ‘’Ya, kita tunggu saja jadwal dari majelis DKPP kapan menggelar sidang pembacaan putusan. Intinya kami menunggu pemberitahuan,’’ ujarnya.

Dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu Ketua dan Anggota KPU Tambrauw nomor perkara: 169-PKE-DKPPVI/2019. Ketua dan komisioner KPU Tambrauw  yang menjadi teradu Abraham Yosias Imbiri, Simon Petrus Baru, Saharul Abdul Karim, Ishak Bame, dan Rosina Anggelina Ohoiulun.
Baca juga: KPU Papua Barat supervisi Maybrat dan Fakfak. Dan komisoner Bawaslu Tambrauw sebagai teradu Johannis PM Manyambouw, Gema A Ngamelubun, dan Abudin Sangaji. 

Dugaan pelanggaran kode etik dengan teradu ketua dan anggota KPU Kabupaten Maybrat nomor perkara: 174-PKE-DKPPVI/2019. Komisioner KPU Maybrat sebagai teradu Tituw Nauw, Onesimus Kambu, Nelson Hara, Melkias Kambu, dan Yohanes Turot. Teradu lain dalam perkara ini, yakni Sekretaris KPU Maybrat Teryanus Isir dan Kasubbag Teknis Penyelenggara Pemilu Oktavianus Parigik.

Selain itu, ketua KPU Kabupaten Raja Ampat Steven Eibe juga diadukan ke DKPP. Amus Atkana membeberkan, sidang pemeriksaan terhadap ketua KPU Raja Ampat digelar Kamis pekan lalu. Ketua KPU Raja Ampat dilaporkan Bawaslu Raja Ampat atas pelanggaran tak melaksanakan rekomendasi Bawaslu. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed