oleh

Mahasiswa Unipa Demo

MANOKWARI-Sejumlah mahasiwa Unipa (Universitas Papua) Manokwari menamakan diri Forum Mahasiswa Peduli Kampus Unipa menggelar unjuk rasa, Senin (12/8) pagi hingga siang. Pintu gerbang kampus ditutup hingga berdampak pada aktifitas kampus yang lumpuh. Massa mahasiswa pengunjuk rasa juga membakar ban bekas.  Mereka duduk di tengah jalan yang membuat kendaraan dari arah kota tujuan Amban pantai memilih ruas jalan alternative.

Polres Manokwari dipimpin Kabag Ops Kompol IGPN Wiranadi, S.Sos dan Kasat Sabhara Iptu Siswanto tiba di lokasi unjuk rasa untuk melakukan pengamanan. Personel Polsek Amban juga siaga di lokasi. Ada empat tuntutan mahasiswa kepada rektor Unipa disampaikan pada aksi unjuk rasa ini, pertama, Rektor Unipa segera menarik kembali Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) dari Manokwari Selatan karena belum memadai dan kurang tenaga pengajar.

Kedua, Rektor Unipa segera menyamaratakan biaya SPP bagi mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Ketiga, Rektor Unipa segera mengevaluasi Dekan di lingkungan Unipa dan Dekan tidak memberikan peringatan kepada mahasiswa drop out (DO). Keempat, Rektor Unipa segera mengundurkan kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) setelah tanggal 17 Agustus 2019.

Sekitar pukul 13.00 WIT, Rektor Unipa Dr. Ir. Yacobus Manusaway akhirnya menemui massa yang bertahan duduk di ruas jalan.  Menjawab 4 tuntutan mahasiswa, Rektor mengatakan, FKIP masih berada di kampus Amban Manokwari. Pembangunan fasilitas kampus FKIP di Manokwari Selatan (Mansel) sedang diproses.

Soal tuntutan poin kedua, Manusawai mengatakan, dirinya bersama para pembantu rektor akan segera menggelar rapat  untuk membahas permintaan menyamakan biaya SPP mahasiswa lama dan mahasiswa baru. ‘’Saya meminta waktu untuk membicarakan ini (biaya SPP) dengan para pembantu rektor,’’ ujarnya.

Demikian pula tuntutan agar Dekan tak memberikan teguran bagi mahasiswa DO akan dirapatkan dengan para Dekan. ‘’Saya akan  pertanyakan hal ini. Kemudian soal tuntutan poin keempat, untuk pengunduran kegiatan PKKMB,  itu saya setuju,’’ tutur Rektor disambut tepuk tangan para mahasiswa. Koordinator mahasiswa meminta kepastian waktu kepada Rektor untuk menjabat 4 poin pernyataan sikap. Rektor meminta waktu 2 hari. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed