oleh

Laka Maut, Warga Blokade Jalan

SORONG – Dipicu kejadian kecelakaan lalulintas truk menabrak salah satu warga hingga tewas pada Sabtu (10/8) di Jln Kasuari Kelurahan Tampa Garam Distrik Maladumes, warga akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan melakukan pemalangan dan memblokade jalan di pertigaan Jalan Trikora dan Jln Kasuari, Senin (12/8). Warga meletakkan sejumlah benda di badan jalan, seperti batang pisang, dan juga membakar kayu-kayu di atas jalan beton ini. Warga berkumpul di sekitar lokasi pemalangan jalan, tampak juga spanduk berisi tuntutan warga.

Dalam aksinya, warga meminta pemerintah Kota Sorong untuk melarang truk melewati jalan tersebut. Selama ini, truk yang penuh muatan, kerap melaju dengan kecepatan tinggi, tak jarang saling salip menyalip di  Jalan Kasuari, padahal badan jalan terbilang sempit, sehingga membuat warga takut untuk beraktifitas melewati bahu jalan. 

Warga terpaksa melampiaskan kekesalannya dengan melakukan pemblokiran jalan, setelah timbul korban akibat truk yang menabrak warga setempat hingga tewas. Menurut keterangan warga, sudah 2 kali kecelakaan yang mengakibatkan korban. Korban terakhir ditabrak truk bermuatan di Jl. Kasuari dikarenakan korban menghindari jalan rusak dan truk menabrak korban dari arah belakang dengan kecepatan tinggi, korban akhirnya tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. 

Salah satu warga setempat, Welmus W mengatakan, kendaraan proyek bermuatan full yang sering lewat di jalan tersebut, melaju kencang, terlalu cepat dan saling lambung. Warga sudah menyetop truk yang melaju dengan ugal-ugalan untuk memberitahukan agar membawa kendaraan dengan benar, namun warga merasa sungkan karena truk tersebut membawa aparat untuk berjaga-jaga.  “Dengan adanya dua korban yang tertabrak truk, kami tuntut agar jalan ini tidak digunakan truk-truk untuk kepentingan proyek. Kami takut akan ada korban lain setelah ini,” katanya kepada Radar Sorong, Senin (12/8). 

Aparat Polres Sorong Kota turun langsung melakukan pengamanan aksi blokade jalan ini. Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky Kristanto,S.IK mengatakan bahwa yang melakukan pemalangan adalah masyarakat secara umum, bukan spesifik dari keluarga korban penabrakan tetapi mewakili aspirasi warga yang tinggal di Distrik Maladumes.  “Anggota telah melakukan olah TKP kecelakaan  dan kami mendapatkan salah satu saksi bahwa salah satu pengendara truk adalah pelakunya. Pelaku sudah kami tangkap dan perkara akan kami lanjut,” jelasnya.  Terkait blokade jalan ini, sementara kegiatan proyek akan diistirahatkan dan dalam dua hari kedepan akan diundang pihak-pihak terkait untuk membicarakan dan menyelesaikan permasalahan ini. 

Dalam aksinya memblokir jalan, warga menuntut untuk menghadirkan pemerintah daerah Kota Sorong. Saat perwakilian pemerintah datang, sempat terjadi adu mulut antara warga dan para perwakilan dari pemerintah karena kesalahpahaman, namun situasi dapat dilerai oleh pihak kepolisian. Pantauan Koran ini, dari unsure pemerintah daerah Kota Sorong yang turun langsung menemui warga diantaranya Asisten II Setda Kota Sorong Drs Anton Sagrim, Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong Drs Wilhelmus Asmuruf. Terlihat juga wakil rakyat dari DPRD Kota Sorong, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong Danny Mamusung, seperti pihak kepolisian dipimpin Wakapolres Sorong Kota Kompol Henky Kristanto,S.IK. Setelah meluapkan tuntutan dan aspirasinya kepada perwakilan pemerintah, warga akhirnya membubarkan diri dan membuka kembali jalan yang dipalang, arus lalulintas pun kembali normal.  (Cr-49)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed