oleh

Hari ini KPU Tetapkan Caleg Terpilih DPR PB

MANOKWARI-Siapa saja anggota DPR Papua Barat periode 2019-2024? Ini dapat diketahui hari ini, Selasa (13/8), lantaran KPU Provinsi Papua Barat akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih DPR PB periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019. Ketua KPU Provinsi Papua Barat Amus Atkana,SPt,MM kepada Radar Sorong mengatakan, pihaknya telah menyebarkan undangan perihal rapat pleno terbuka. Mulai digelar pukul 10.00 WIT di kantor KPU Provinsi Papua Barat, di kompleks perkantoran Arfai. “KPU mengundang pihak-pihak terkait seperti pengurus partai politik, Bawaslu dan lainnya,” kata Atkana yang ditemui di ruang kerjanya.

KPU PB menggelar rapat pleno penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan keputusan atas perkara PHPU (Perselihan Hasil Pemilihan Umum). Permohonan perkara PHPU dari Papua Barat nyaris semuanya ditolak majelis MK,  hanya di Kabupaten Pegunungan Arfak salah satu TPS dilakukan penghitungan perolehan suara ulang untuk DPRD Pegaf. “Kita semua ketahui, semua permohonan pemohon tak dikabulkan oleh MK. Dengan demikian pihak terkait dalam hal ini KPU menang perkara. Di tingkat kabupaten hanya satu TPS dilakukan penghitungan ulang di Pegunungan Arfak,” ucapnya.

KPU Papua Barat lanjut Atkana, telah menggelar pleno terkait langkah-langkah yang harus dilakukan untuk penghitungan suara  ulang di satu TPS di Pegaf.  Setelah pembacaan putusan MK, ada rentang waktu 14 hari bagi KPU Pegaf untuk melaksanakan penghitungan suara ulang di satu TPS. ‘’Sedangkan untuk kabupaten/kota yang lain diberi waktu 5 hari setelah pembacaan putusan MK. Rata-rata KPU kabupaten sudah menjadwalkan menggelar rapat pleno penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih hari ini (Senin, 12/8) sampai besok (Selasa, 13/8) termasuk KPU provinsi,’’ tuturnya.

Walau rapat pleno penetapan perolehan kursi dan caleg terpilih baru akan dilaksanakan Selasa, namun sebagian pihak terutama pengurus parpol sudah mengetahui siapa-siapa saja yang memperoleh suara terbanyak dan lolos di lembaga legislative.  Atkana mengatakan, hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara yang ditetapkan 16 Mei 2019 lalu tak mengalami perubahan setelah putusan MK. ‘’Pada intinya perolehan suara parpol maupun caleg tak mengalami perubahan. Semua pihak sudah bisa menghitung, tetapi secara kelembagaan KPU masuk pada tahapan penetapan kursi dan caleg terpilih,’’ jelasnya lagi.

Berdasarkan hasil perolehan suara, Partai Golkar bakal mendominasi keanggotaan DPR Papua Barat periode 201-2024. Golkar juga perkirakan akan merebut kursi pimpinan DPR Papua Barat dari Partai Demokrat yang memegang palu pimpinan periode 2014-2019. Di Dapil Papua Barat 1 (wilayah Kabupaten Manokwari, Pegaf dan Manokwari Selatan) memperebutkan 11 kursi, Nasdem tampil sebagai suara terbanyak 31.029.  Di Dapil Papua Barat 2 (wilayah Kota Sorong) memperebutkan 12 kursi, PDI Perjuangan meraih suara terbanyak 18.760 suara disusul Golkar 17.239 dan Nasdem 13.411 suara. Di Dapil Papua Barat 2 (Kota Sorong) memperebutkan 12 kursi.

Dapil Papua Barat 3 memperebutkan 8 kursi (wilayah Kabupaten Sorong, Raja Ampat). Dapil Papua Barat 4 (wilayah Sorsel, Maybrat dan Tambrauw) memperebutkan 4 kursi, Demokrat meraih suara terbanyk 26.658 suara dan berpeluang mendapatkan 2 kursi atas Herdomina Isir 8.242 suara dan Karel Murafer 9.742. Dua kursi sisa akan direbut Nasdem 18.529 suara (Esterlina Sagrim 11.800) dan Golkar 15.977 suara (Ortis Sagrim 6.243 suara).(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed