oleh

Kurang Atlit, Tim Voli PB Disoroti

-Manokwari, Sport-491 views

MANOKWARI-Praktek mendapatkan atlit instan dari daerah untuk mengikuti Pra PON mendapat sorotan. Dosen STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum) Manokwari, Filep Wamafma, SH, MHum mengatakan, prinsip jual beli harus dihilangkan, tetapi mendapatkan atlit berprestasi melalui pembinaan secara berjenjang.

Filep menyoroti tim voli Papua Barat  yang saat ini sedang mengikuti pertandingan Pra PON yang sebagian pemain berasal dari luar. Menurutnya, dalam olaraga dijunjung tinggi sportifitas, profesional dan kualitas. Jika yang dilakukan oleh pengurus voli Papua Barat karena tidak ada stok atlit daerah. “Maka hal itu wajar-wajar saja tetapi jika menejemen “tiba masa tiba” maka saya yakin ada PR besar untuk membangkitkan kembali masyarakat olah raga di Papua Barat,” jelasnya, Kamis (8/8/2019).

Dikatakan, sesuatu yang diukur dengan prinsip jual belia ada uang ada barang harusnya di hilangkan dari green desain Generasi Papua yang dibutuhkan saat ini yaitu membangun generasi Papua yang berkarakter, sehat dan beriman dan berkualitas.

“Timbul pertanyaan, apakah ada potensi, apakah ada rekrutmen atlit, apakah ada pembinaan atlit, apakah ada program KONI/Dinas Pemuda dan Olah raga untuk hal itu ? Kita Punya KNPI PB sejauh mana peran KNPI dalam membentuk atlit-atlit pemuda Papua Barat? Rasanya kita mau marah dan sedih melihat tata kelola pembangunan dalam kalangan pembentukan program kepemudaan kita. Hanya bangga dengan DIPA yang besar tetapi tidak kelihatan wujud atau output,’’ ujar Filep.

Paradigma mendapatkan atlit secara instan harus diubah karena tidak tepat. Pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang dan patut jadi perhatian bahwa Papua Barat adalah gudang atlit.

“Sebab itu kita harus mendukung pembentukan semua cabor, rekrut pemain, dibina secara profesional kita semua punya keinginan suatu saat OAP khususnya atlit-atlit dapat sejahtera dari profesinya saya pikir ini dapat dilakukan jika profesionalitas menajemen perlu dijabat oleh orang-rang yang memang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan visi yang jelas sehingga gubernur sebagai pemegang mandat kepemimpinan dapat melaksanakan tugas dengan baik pula,” pungkasnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed