oleh

Perbaiki Organisasi Pertahanan

JAYAPURA-Penampilan Persipura Jayapura bersama sang pelatih Jacksen F. Tiago dinilai bagus dan secara  perlahan mengangkat performa anak-anak Mutiara Hitam di Shoope Liga 1 Tahun 2019. Dari empat laga dibawah kepemimpinannya, Jacksen membawa Persipura meraup 9 poin dari 3 kali kemenangan dan hanya sekali gagal mendapatkan poin.

Sebelum dibesut Jacksen, Persipura sempat ditangani Luciano Leandro. Dalam tujuh pertandingan awal, Persipura tidak pernah merasakan kemenangan. Bahkan dalam tiga laga kandang, Persipura hanya mampu bermain imbang, hal ini membuat Persipura memasuki zona degradasi di awal kompetisi.

Kondisi berubah drastic sejak  kedatangan  Jacksen Tiago   mengantikan Luciano Lendro. Persipura   kembali menemukan jati dirinya,  gaya permainan dari kaki ke kaki yang menjadi ciri khas pasukan merah hitam kembali dipertontonkan Boaz  dan rekan-rekannya.

Hasilnya, dari empat pertandingan sejak dilatih Jacksen, Persipura memenangkan tiga pertandingan, dua diantaranya diraih saat away,. “Saya sangat rindu akan hal itu (kemenangan,red). Sebelum latih Persipura saya sangat sulit dapat poin di luar kandang, dan saat ini kesempatan itu bisa saya dapat dengan Persipura yang pasti rasanya nikmat sekali,” kata Jacksen.

Kendati  demikian,  juru racik asal Brazil  ini mengaku masih banyak yang harus diperbaiki, salah satunya masalah fisik yang hingga kini masih menjadi kendala. Karena itu, pelatih fisik melakukan latihan fisik tambahan sehingga pemain dapat tampil prima di lapangan. “Masalah fisik masih menjadi kendala bagi anak-anak Persipura. Untuk itu kami tim pelatih selalu mengambil waktu untuk latihan fitness tambahan bagi pemain gunanya untuk memperkuat otot oara pemain agar terhindar dari bahaya cidera,” ujarnya.

Selain fisik, Jacksen mengakui organisasi pertahanan dan transisi dari menyerang ke bertahan juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih, hal inilah yang pertama kali menjadi perhatiannya sejak kembali menjadi pelatih Persipura. “Organisasi pertahanan juga menjadi perhatian kita. Saat saya datang ke Persipura yang pertama saya lakukan adalah memangkas jarak antara pemain belakang dengan pemain tengah, sehingga transisi saat kita menyerang ke bertahan bisa terorganisasi dengan baik,”  jelasnya.

Kembali bersama Persipura bagi Papi Negro ~sapaan akrab Jacksen~ adalah anugerah dari Tuhan. Ia sangat bersyukur bisa kembali bersama Persipura, tim yang pernah membesarkan namanya. “Ini rencana Tuhan bagi saya untuk kembali ke Persipura. Kita pernah punya cerita indah dan bila Tuhan berkenan, cerita indah itu akan kita ulangi lagi,“ pungkasnya. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed